Rainbow Calsilica – Mitos Atau Kenyataan?

Ketika calsilica pertama kali muncul di dunia fashion perhiasan beberapa tahun lalu, itu membuat percikan! Dengan warna yang cerah, tajam, dan bervariasi, tidak sulit untuk memahami mengapa calsilica menangkap imajinasi perancang perhiasan serta pemakai perhiasan sama. Anting-anting Calsilica, liontin perak, cincin, dan barang-barang lainnya sering menjadi bintang di pertunjukan permata dan perhiasan.

Jadi apa itu calsilica dan dari mana asalnya? Konsensus umum adalah bahwa calsilica adalah penggabungan berbagai mineral dan pecahan batu buatan manusia yang dibuat bersama dengan resin. Seringkali, bubuk dan fragmen disimpan di bawah air dan dikompresi untuk membentuk kue. Kue kering dan diresapi dengan resin. Setelah resin mengeras, potongan bervariasi dipotong dari balok, dan kemudian dipoles untuk mencapai kilau yang diinginkan. Karena calsilica buatan manusia di sana sangat baik bisa menjadi proses lain yang digunakan dalam pembuatannya.

Meskipun banyak yang mengklaim bahwa calsilica (atau "rainbow calsilica" seperti yang kadang-kadang disebut), adalah bahan alami, ada sedikit bukti untuk mendukung klaim ini. Klaim yang paling gigih (dan masih bertahan sampai hari ini!) Adalah bahwa calsilica ditambang di Chihuahua, Meksiko. Calsilica diduga ditemukan di pembuluh darah atau lapisan rhyolite vulkanik di tambang.

Calsilica dianggap sebagai bentuk kalsit mikrokristalin, dengan berbagai mineral lempung sebagai zat pengikat. Seharusnya, tambang di Meksiko akan mengirimkan surat otentikasi dan foto-foto tambang. Sekarang ada desas-desus tentang deposit spektakuler calsilica alami di Cina. Pada tahun 2003, Swiss Gemological Institute ( www.SSEF.ch ) menerbitkan catatan singkat tentang calsilica di salah satu buletin mereka. SSEF membeli dua spesimen pada pameran mineral di Perancis pada tahun 2002. Penjual memproduksi foto-foto tambang di Meksiko, bersama dengan surat otentikasi dari sebuah laboratorium AS yang menyatakan bahwa bahan-bahan itu tidak buatan manusia. Mereka menemukan bahwa bahan dasar putih itu memang kalsit. Namun, mereka juga menemukan bahwa pigmen buatan buatan dalam spesimen. Lebih penting lagi, SSEF menemukan bahwa partikel-partikel berikatan bersama oleh bahan transparan, seperti plastik transparan yang sangat mirip dengan lilin parafin.

Bukti ilmiah yang lebih besar menunjukkan bahwa calsilica adalah bahan buatan manusia. Meskipun demikian, spesimen calsilica yang bagus cukup, dan dapat digunakan untuk membuat perhiasan fashion yang menarik dan murah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *